26 Maret 2009

Dasar-dasar Kepramukaan

Adik-adik.... dulu kakak-kakak para pendahulu kita memilih warna -
warna tersebut bukan tanpa maksud dan alasan, namun ada sebuah cerita
yang mengandung makna dan menjadi cita2 yang ingin dibangun, agar
seseorang yang mengenakan seragam pramuka ini menjadi seorang pandu
yang memiliki pribadi kesatria, menjadi generasi muda penerus
perjuangan bangsa dan setiap orang bangga mengenakannya.....

(kemudian sambil membuat ilustrasi berupa gambar dipapan tulis, beliau
melanjutkan penjelasan dengan sedikit berpuisi)......

Coklat tua adalah warna tanah Indonesia....
Coklat muda adalah warna air yang mengaliri tanah-tanah Indonesia....
Dan Merah Putih adalah kibaran bendera Indonesia...... Sehingga seorang pramuka digambarkan sebagai seorang pandu
yang berpijak diatas tanah air Indonesia yang selalu siap sedia untuk
membela dan mempertahankan agar sang Merah Putih tetap berkibar di
bumi Nusantara....

Kemudian secara panjang lebar dengan diselingi kata kata puitis
beliau bercerita bahwa warna coklat adalah warna pakaian yang juga
digunakan para pejuang dimasa kemerdekaan, coklat adalah warna yang
penuh kenangan betapa gigihnya para pendahulu kita memperjuangkan
kemerdekaan Indonesia...betapa banyak nyawa dan harta yang telah
dikorbankan untuk mempertahankan kibaran bendera Merah Putih di bumi
nusantara ini, begitu besarnya jasa mereka mewujudkan kemerdekaan
Indonesia....


dengan penuh semangat beliau melanjutkan, "oleh karena itu adik
adikku tercinta, kita para pramuka yang mengenakan seragam ini harus
selalu mengingat betapa besar perjuangan dan pengorbanan yang telah
diberikan para pejuang bangsa,dan senantiasa memberikan penghormatan
pada jasa2 mereka dengan terus berlatih membina diri kita menjadi
pribadi yang tangguh bermoral utama.....penuhi janjimu, Trisatya!...
amalkan Dasa darma..agar kita mrnjadi generasi penerus bangsa yang
utama....pertahankan Merah putih untuk terus berkibar di bumi
Indonesia tercinta ini...

Kemudian beliau menjelaskan tentang seragam pramuka, dari mulai
perbedaan bentuk antara pakaian yang digunakan siaga, penggalang,
penegak dan anggota dewasa, kemudian atribut2 yang melengkapinya,
tentu saja dengan menjelaskan semua kiasan dan maknanya, seperti
kenapa TKU pada siaga diilustrasikan sebagai manggar (bunga kelapa)
kuncup, sedangkan pada penggalang dilustrasikan sebagai manggar
mekar, kemudian penegak bergambar cikal berwarna kuning yang 
bersebelahan dengan dasar hijau dan ada satu bintang diatasnya
sedangkan pandega kenapa dasarnya berwarna coklat.... dan lain
sebagainya - dan lain sebagainya, semuanya beliau jelaskan dengan
cara yang menarik sehingga Wuri terkagum2 dibuatnya.....
"Ooh... ternyata seragam yang aku pakai ini dari ujung kepala sampai
ujung kaki memiliki makna yang sungguh menakjubkan,'keren' dan
dalam!".....

Ada sebuah kebanggaan dalam dirinya, tidak hanya kebanggaan memakai
seragam pramuka.... juga kebanggaan menjadi anak Indonesia... Sebuah
semangat nasionalisme telah ditanamkan sang Pembina dari selembar
kain yang semula tidak bermakna ... yang setelah dijahit dan
dilengkapi atributnya bernama seragam pramuka......

Meskipun Wuri sangat miris jika melihat pelajar yang memakai pakaian
pramuka bolos sekolah nongkrong dipinggir jalan sambil
merokok.....atau ngebut-ngebutan dijalanan ataupun berita ditelevisi,
tentang tawuran pelajar dan sebagian mereka memakai pakaian
pramuka.....Namun hatinya tak pernah goyah, sejak Wuri mendapatkan
materi dalam ODT, ia jadi rajin mengikuti setiap latihan Pramuka.
Setiap akan berangkat latihan ia selalu menyiapkan diri dengan
seragam lengkap yang dipakai dengan rapih, mengikat erat setangan
lehernya dengan rapih dan melangkah dengan mantap.. didalam hatinya
tertanam sebuah janji "akulah seorang pandu yang lahir dan berpijak
diatas tanah air Indonesia... aku akan selalu siap sedia membela dan
mempertahankan sang Merah Putih agar tetap berkibar di bumi
Nusantara".......

Akan tetapi, beberapa minggu terakhir ketika Wuri melihat dan membaca
berita disebuah koran dan juga beberapa berita disebuah milis pramuka
diinternet melalui laptop kakaknya, hati Wuri menjadi
gundah....banyak tanya menggumpal diotaknya...
apa benar seragam pramuka berubah? mengapa seragam yang mereka
(kontingen jamdun)pakai berbeda dengan yang aku pakai?kenapa setangan 
lehernya seperti itu?apa maksudnya ya? apa maknanya masih sama dengan
seragam yang aku pakai?....
karena penasaran,Wuri pun bertanya pada sang kakak,yang juga aktifis
pramuka. namun hati wuri semakin bertambah gundah ketika sang kakak
menjawab dengan enteng dan asal tanpa merasa berdosa.. " yaaa...
mungkin Pramuka sudah kehilangan jati diri, jadi buat identitas
baru!?!".......hah..
wallohua'lam....

Dirgahayu Indonesia, Semoga Pramuka kembali berjaya!

 

 

 

 

 

SATUAN KARYA PRAMUKA (SAKA)

 

Satuan Karya Pramuka (Saka) adalah wadah pendidikan guna menyalurkan minat, mengembangkan bakat dan pengalaman para Pramuka dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

SAKA BAHARI

 

Satuan karya tempat peningkatan dan pengembangan pengetahuan, pengalaman, keterampilan, kecakapan dan pengamalannya di bidang Kebaharian.

SAKA BAKTI HUSADA

 

Satuan karya tempat peningkatan dan pengembangan pengetahuan, pengalaman, keterampilan, kecakapan dan pengamalannya di bidang Kesehatan.

SAKA BHAYANGKARA

 

Satuan karya tempat peningkatan dan pengembangan pengetahuan, pengalaman, keterampilan, kecakapan dan pengamalannya di bidang Kebhayangkaraan.

SAKA DIRGANTARA

 

Satuan karya tempat peningkatan dan pengembangan pengetahuan, pengalaman, keterampilan, kecakapan dan pengamalannya di bidang Kedirgantaraan.

SAKA KELUARGA BERENCANA

 

Disingkat Saka Kencana, satuan karya tempat peningkatan dan pengembangan pengetahuan, pengalaman, keterampilan, kecakapan dan pengamalannya di bidang Kependudukan dan keluarga berencana.

SAKA TARUNA BUMI

 

Satuan karya tempat peningkatan dan pengembangan pengetahuan, pengalaman, keterampilan, kecakapan dan pengamalannya di bidang Pertanian.

SAKA WANABAKTI

 

Satuan karya tempat peningkatan dan pengembangan pengetahuan, pengalaman, keterampilan, kecakapan dan pengamalannya di bidang Kehutanan

 

 

Sekilas Gerakan Pramuka

 

..... Gerakan Pramuka adalah nama organisasi yang merupakan wadah proses pendidikan kepramukaan yang dilaksanakan di Indonesia. ....

Lambang Gerakan Pramuka

 

..... Lambang Gerakan Pramuka adalah gambar silhouette Tunas Kelapa yang diciptakan oleh bapak Sunardjo, seorang pensiunan Departemet Pertanian. ....

Panji Gerakan Pramuka

 

..... Panji Gerakan Pramuka adalah Panji yang dianugerahkan oleh Presiden Soekarno kepada Gerakan Pramuka kepada Gerakan Pramuka yang diterima oleh Ka Kwarnas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, pada hari Pramuka tanggal 14 Agustus 1961 di Istana Negara. ....

Sejarah

 

.....Organisasi kepramukaan di Indonesia dimulai oleh adanya cabang "Nederlandse Padvinders Organisatie" (NPO) pada tahun 1912, yang pada saat pecahnya Perang Dunia I memiliki kwartir besar sendiri serta kemudian berganti nama menjadi "Nederlands-Indische Padvinders Vereeniging" (NIPV) pada tahun 1916.....

Anggaran Dasar Gerakan Pramuka

 

..... Anggaran Dasar Gerakan Pramuka merupakan aturan pokok dalam rangka melaksanakan pendidikan kepramukaan, yang telah disepakati pada Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka, sebagai Lembaga Tertinggi dalam Gerakan Pramuka. ....

Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka

 

..... Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka adalah aturan yang merupakan penjabaran dari Anggaran Dasar, dalam pelaksanaan pendidikan kepramukaan di Indonesia. ....

Pengurus Kwarnas 2003-2008

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

No. 118 Tahun 1961

Tentang

PENGANUGERAHAN PANDJI KEPADA GERAKAN PENDIDIKAN KEPANDUAN PRADJA MUDA KARANA

 

 

KAMI, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

 

Memperhatikan :

a. bahwa gerakan pendidikan kepanduan nasional Indonesia sedjak mulai diadakan dan selama masa perkembangannja sampai sekarang ini, telah senantiasa turut serta dalam usaha pendidikan nasional Indonesia yang bertudjuan menggalang dan menegakkan Bangsa Indonesia dan Negara Republik Indonesia, dengan hasil jang bermanfaat bagi pendjajaan Bangsa dan Negara;

b.  bahwa dengan demikian gerakan pendidikan kepanduan nasional Indonesia dapat diharapkan akan kesanggupannja dan kemampuannja dalam menunaikan tugasnja untuk turut-serta mendidik anak dan pemuda Indonesia, disamping pendidikan dilingkungan keluarga dan disamping pendidikan dilingkungan sekolah.

c. bahwa Gerakan Pramuka seperti yang telah ditetapkan dengan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 238 tahun 1961 tanggal 20 Mei 1961 adalah penjempurnaan daripada usaha gerakan pendidikan kepanduan nasional Indonesia, jang  sekarang turut-serta menjelenggarakan pendidikan nasional Indonesia sesuai dengan Manifesto Politik jang telah menjadi Garis-garis Besar daripada Haluan Negara, disamping pendidikan dilingkungan keluarga dan disamping pendidikan dilingkungan sekolah , demi kepentingan Bangsa Indonesia dan Nrgara Kesatuan Republik Indonesia.

d. bahwa berhubung dengan hal-hal tersebut diatas, tjukuplah alasan untuk memberikan tanda kehormatan kepada Gerakan Pramuka, berupa Panji jang merupakan lambang perjoangan dalam pendjajaan Bangsa Indonesia dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, untuk masa jang akan datang.

 

Mengingat : Pasal 15 Undang-undang Dasar Republik Indonesia;

 

Memutuskan :

 

Menetapkan :

 

  I. Menentukan sebuah Panji Gerakan Pendidikan Kepanduan Nasional Indonesia yang bentuk dan lukisannya sesuai dengan jang tertera dalam lampiran-lampiran Surat Keputusan ini.

 

II. Menganugerahkan Pandji tersebut kepada Gerakan Pramuka untuk dijunjung tinggi sebagai lambang-perjoangan dan dipertahankan kemuliaannya dalam segala lapangan.

 

Ditetapkan di Djakarta

Pada tanggal 14 Agustus 1961

Presiden Republik Indonesia,

 

ttd.

 

Sukarno

Sesuai dengan jang aseli

Ajun Sekretaris Negara,

 

ttd.

 

Mr. Santoso

 Lampiran I

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

No. 448 TAHUN 1961

tentang

PENGAUNEGRAHAN PANDJI KEPADA GERAKAN PENDIDIKAN KEPANDUAN PRADJA MUDA KARANA

 

KETERANGAN

Tentang

PANJI GERAKAN PENDIDKAN KEPANDUAN PRADJA MUDA KARANA

 

I. Bagian Muka

 

 

1. Ditengah tegalan panji jang berwarna putih terdapat tjikal berwarna merah, yang mempunyai arti:

- Warna Merah diatas warna Putih mengingatkan kepada Dwa Warna Bendera Kebangsaan Indonesia dan berarti pula dinamikanya pramuka (merah) diatas bidang pergerakannya jang bersih dan murni (putih).

- Buah Njiur dalam keadaan tumbuh dinamakan “tjikal” dan istilah “tjikal bakal” di Indonesia berarti : penduduk aseli yang pertama, yang menurunkan generasi baru.

Djadi lambang buah njiur jang tumbuh itu mengkiaskan: bahwa tiap pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup Bangsa Indonesia

- Buah njiur dapat bertahan lama dalam keadaan  jang bagaimanapun djuga.

Djadi lambang itu mengkiaskan: bahwa setiap pramuka adalah seorang jang rochaniah dan djasmaniah : sehat, kuat dan ulet serta besar tekadnya dalam menghadapi segala tantangan dalam hidup dan dalam menempuh segala udjian dan kesukaran untuk mengabdi Tanah Air dan Bangsa Indonesia.

- Njiur dapat tumbuh dimana sadja, jang membuktikan besarnja daja-upajanya dalam menjesuaikan dirinya dengan keadaan sekelilingnyha.

Djadi lambang itu mengkiaskan: bahwa tiap pramuka dapat menjesuaikan diri dalam masjarakat dimana ia berada dan dalam keadaan jang bagaimanapun djuga.

- Njiur bertumbuh mendjulang lurus keatas dan merupakan salah sebatang pohon yang tertinggi di Indonesia.

Djadi lambang itu mengkiaskan: bahwa tiap pramuka mempunjai cita-cita jang tinggi dan lurus ja’ni jang mulia dan djudjur dan ia tetap tegak tidak mudah diombang-ambingkan oleh sesuatu.

- Akar Njiur jang bertumbuh kuat dan erat didalam tanah melambangkan bahwa tekad dan kejakinan tiap pramuka mempunjai dan berpegang kepada dasar-dasar dan landasan-landasan jang baik, benar, kuat dan njata, ialah tekad dan kejakinan jang dipakai olehnja untuk memperkuat diri guna mentjapai tjita-tjitanja.

- Njiur adalah pohon jang serbaguna, dari udjung hingga akarnja. Djadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap pramuka adalah manusia jang berguna dan membaktikan diri dan kegunaannja kepada kepentingan Tanag Air, Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta kepada umat manusia.

 

2. a. Ditengah pinggiran tegalan panji sebelah atas dan diempat sudut tegalan terdapat masing-masing:

- bintang emas bersudut lima di atas tegalan hitam, yang mempunyai arti:

- Ketuhanan Jang Maha Esa

 

b. Disudutu bawah sebelah satunya:

- selingkaran rantai bergelang persegi dan bundar tanpa putus, diatas tegalan merah, jang mempunjai arti:

 

- Kemanusiaan jang adil dan beradab

 

 

c. Disudut sebelah atas satunja:

- pohon beringin hudjau diatas tegalan putih, jang mempunjai arti:

- Persatuan (Kebangsaan) Indonesia

 

 

d. Disudut atas sebelah tongkat:

- kepala banteng hitam diatas tegalan merah, jang mempunjai arti:

- Kerakjatan jang dipimpin oleh himat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan

 

e. Disudut bawah sebelah tongkat:

- setangkai padi dan setangkai kapas di atas tegalan putih, jang mempunjai arti:

- Keadilan sosial bagi seluruh Rakjat Indonesia.

 

f. Tali berwarna merah bersimpul-simpul jang melingkari lambang-lambang tersebut diatas,  mempunjai arti:

 

- Tali sedjarah perdjoangan kemerdekaan jang dinamis revolusioner, jang telah berhasil menghimpun dan menyatukan lima unsur pokok dalam penghidupan Bangsa Indonesia mendjadi satu kesatuan-Sila ialah Pantja-Sila jang kini menjadi doktrin Revolusi Indonesia dan Filsafat serta Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia.

g. 2.a., b, c, d, e dan f mempunjau arti:

- Setiap pramuka hidup dan bergerak setjara dinamis dan revolusioner dengan Pantja-Sila sebagai Bintang-Pimpinannja. Jang isi dan djiwanya dihajati, dihidup-hidupkan dan dilaksanakan olehnja selama masa diatas tegalan jang hidup dan bersih dan murni didalam Persatuan Bangsa Indonesia dan Negara Kesatuan Republik Indonesia jang menggunakan Pantja-Sila sebagai doktrin Revolusinya dan sebagai Filsafat serta Dasar Negaranja.

II. Bagian Belakang

 

1. Ditengah-tengah tegalan Pandji dan dipusat gambar lambang terdapat sebuah djantung berbentuk perisai berwarna Merah-Putih, jang mempunjai arti:

- Pramuka Indonesia adalah manusia Putra Indonesia jang berkesadaran, berkemauan dan beramalan kebangsaan Indonesia, jakni hidup berdjiwa Kebangsaan Indonesia dan melindungi serta berlindung dengan perisai Indonesia.

2. Tegalan perisai Merah-Putih, jang berwarna kuning ke-emasan dan dilingkari oleh setangkai padi (emas) dan setangkai kapas (perak dan hidjau) mempunjai arti:

- Manusia Indonesia jang selama masa hidup dan bergerak dalam alam kedjajaan dan kerayaan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam alam kebahagiaan dan kesedjahteraan masjarakat sosialisme Panca-Sila jang adil dan makmur, seperti jang dicita-citakan oleh Revolusi Indonesia dan Kemerdekaan Indonesia.

3. Lambang tersebut dalam bagian II ajat 2 diatas dilingkari tanpa putus oleh serangkaian 45 bunga melati putih (perak) dengan 15 bunga diatas tegalan jang berwarna biru dan 15 bunga berikutnja lagi diatas tegalan jang berwarna biru-tua mempunjai arti:

- Manusia Indonesia dengan Bangsa, Negara dan masjarakatnja selama masa dipagari, didjaga, dilindungi dan dipertahankan serta diharumi dan harumnya disemerbakkan dan disebarkan kesekelilingnya, oleh putera-puterinya, baik didarat maupun diudara ataupun dilaut, dalam persatu-paduan tadi perangkainja: semangat revolusi dan Djiwa Persatuan 17 Agustus 1945.

4. a. Lambang-lambang tersebut pada bagian II ajat 1, 2, dan 3 berada ditengah-tengah dua bintang sudut-5, satu emas dan satu lagi perak, kedua-duanja sebangun dan sama besar, dan bersama merupakan bintang sudut-10, dengan salah satu sudut bintang emasnja meruuntjing lurus keatas dan salah satu sudut bintang peraknja meruntjing lurus kebawah, sedangkan setiap sudut bintang (emas dan perak) berisi 17 garis.

 

b. Bintang-emas sudut-5 dengan tiap-tiap sudutnja berisi 17 garis emas diatas tegalan putih mempunjai arti:

- Pantja-Sila jang bersinar-sinar tjemerlang dan dajanja dipantjarkan oleh Indonesia selama masa kesegala pendjuru bumi dengan kesadaran dan djiwa/semangat proklamasi 17 Agustus 1945 seperti tersebut dalam Pembukaan UUD 1945, diatas dasar jang bersih dan murni.

c. Bintang-perak sudut-5 dengan tiap-tiap sudutnja berisi 17 garis perak diatas tegalan putih mempunjai arti:

- Pembabaran Pantja-Sila mendjadi Pantja-Dharma yang bersinar-sinar dan dajanja dipantjarkan oleh Putera-Puteri Indonesia selama masa kesegala pendjuru bumi, dengan kesadaran dan djiwa/semangat proklamasi 17 Agustus 1945 seperti tersebut dalam Pembukaan UUD 1945, diatas dasar jang bersih dan murni.

d. Dua sudut sebelah bawah dari Bintang-Perak sudut-5 dengan tiap sudutnja berisi 17 garis perak mempunjai arti:

- Dwi Satyanja para pramuka jang berusia 8 hiungga 12 tahun, ialah djalan njata jang ditempuh oleh mereka untuk membabarkan isi dan tjita-tjita Pantja-Sila, dengan kesadaran dan semangat Proklamasi 17 Agustus 1945.

e. Tiga sudut sebelah atas dari Bintang-Perak sudut-5 dengan tiap sudutnja berisi 17 garis perak mempunjai arti:

- Tri Satyanja para pramuka jang berusia 12 tahun keatas, ialah djalan njata jang ditempuh oleh mereka untuk membabarkan isi dan tjita-tjita Pantja-Sila, dengan kesadaran dan semangat Proklamasi 17 Agustus 1945.

5. Dipinggir sekeliling tegalan putih, terdapat tali merah jang mempunjai 12 lingkaran, ditiap-tiap sudut 3 lingkaran, dan mempunjai arti:

Garis bergerak dinamisnya waktu (12 bulan) jang merupakan garis batas bergeraknya manusia dialam djasmaniah.

III. Bagian udjung tongkat Pandji dan tongkatnya:

 

1. Udjung tongkat berbentuk melati kuntjup, jang mempunjai arti:

- Setiap pramuka mempunjai kewajiban berdaja-upaja dengan sepenuh-penuhnja untuk menjadi Putera Indonesia jang berbudi luhur, halus dan murni, hidup wadjar dan prasahadja, berdjiwa setia berdharmabakti terhadap Tuhan Jang Maha Esa, Tanah Air dan Bangsa Indonesia serta umat manusia dengan pikirannja, perkataannja, dan perbuatannja jang hanja mengharumkan/memuliakan Nama Tuhan, Tanag Air, Bangsa dan Negaranja.

2. Tongkat Pandji berukuran 209 cm, jang mempunjai arti:

 Pesan tersebut diatas diamanatkan kepadanja oleh Kepala Negara dengan Surat Keputusan Presiden No. 238 tahun 1961 jang mulai berlaku pada tanggal 20 bulan 5 abad ke-20 tahun ke-16 (20 + 5 + 20 +61 = 106) dan dengan penganugerahan Pandji ini pada tanggal 14 bulan 8 abad ke-20 tahun ke-61 (14 + 8 + 20 + 61 = 103) dan bersama (106 + 103) menundjukkan angka 209.

IV. Warna :

 

Bagian muka:

1. Warna tegalan

2. Warna njiur

3. Warna tali

4. Warna bintang

5. Warna tegalan bintang

6. Warna pohon beringin

7. Warna tegalan pohon beringin

8. Warna kepala banteng

9. Warna tegalan kepala banteng

10.Warna rantai

11. Warna tegalan rantai

12. Warna padi

13. Warna kapas

14. Warna daun kapas

15. Warna tegalan padi & kapas

 

- putih

- merah segar

- merah segar

- emas

- hitam

- hidjau

- putih

- hitam

- merah

- emas

- merah

- emas

- perak

- hidjau

- putih

Bagian belakang:

16. Warna perisai

17. Warna tegalan perisai

18. Warna padi

19. Warna kapas

20. Warna daun kapas

21. Warna melati

22. Warna tegalan rangkaian melati

 

 

23. Warna bintang sudut 5 dengan satu sudut lurus keatas

24. Warna bintang sudut 5 dengan lurus kebawah

25. Tali

26. Rumbai pinggiran pandji

27. Dua utas tali tongkat dengan masing-masing2 buah udjung berumbai,

28. Melati udjung tongkat

29. Tongkat melati

30. Tongkat pandji

 

- merah dan putih

- kuning keemasan

- emas

- perak

- hidjau

- perak

- 1/3 hidjau

  1/3 biru

  1/3 biru tua

- emas

 

- perak

 

- merah

- emas

- emas

 

 

- putih

- hidjau

- kaju djati murni

V. Arti Warna

 

1. Merah

 

 

 

 

 

2. Putih

 

 

 

 

 

 

 

3. Kuning

 

 

4. Hidjau

 

 

 

 

5. Biru

 

 

 

 

6. Biru tua

 

 

 

  7. Hitam

 

-     a. keberanian

b. dinamika

c. wanita

d. surya (matahari)

e. kasih sayang

 

-     a. kemurnian

b. kebersihan

c. kesutjian

d. kewadjiban

e. prasahadjaan

f. pria

g. tjandera (bulan)

 

-     a. kedjajaan

b. kebesaran

c. keemasan

d. keagungan

e. kesedjahteraan

f. kebidjaksanaan

g. ketjerdasan

 

-     a. daratan

b. kemakmuran

c. keta’atan

d. taqwa

 

-     a. laut

b. kesetiaan

c. ketekunan

d. ketabahan

 

-     a. kedalaman

b. kesungguh-sungguhan

VI.. Ukuran-ukuran:

 

1. Pandji mempunyai lebar 60 cm dan padjang 90 cm

2. Tongkat Pandji dengan udjung tongkat pandji pandjang : 209 cm.

 

Dasa Darma pramuka

Dasa Darma pramuka

 

Setiap anggota Gerakan Pramuka wajib memahami isi dan makna Dasa Darma Pramuka yang merupakan ketentuan moral. Dalai kegiatan Pramuka di tingkat gugus depan, Dasa Darma menjadi materi wajib di setiap tingkatan, baik penggalang, ramu, rakit, dan terap. KALAU dilihat dari isi materi tersebut, ternyata Dasa Darma memiliki nilai kandungan dalam diri manusia sebagai pribadi manusia seutuhnya. Metode penghafalan materi tersebut dalam kegiatan Pramuka sudah banyak yang diperkenalkan oleh para pembina, dengan cara tersendiri. Penulis pun sebagai pembina di lapangan memiliki cara atau pedoman agar siswa dapat menghafal Dasa Darma Pramuka dengan mudah. Pedoman itu adalah Ta-Ci-Pa-Pat-Re-Ra-He-Di-Ber-Su.

 

Dasa Darma Pramuka itu

 

1. Ta: Takwa kepada Tuhan yang Maha Esa.

Sebagai pribadi yang lemah, kita harus menyembah Tuhan YME. Dia adalah pencipta yang ada di bumi dan di langit dan segala makhluk yang terlihat maupun tidak terlihat. Sebagai pribadi lemah dan ciptaan-Nya, kita wajib menjalankan perintah-Nya. Contohnya, sebagai muslim mengerjakan salat lima kali sehari semalam, membaca Alquran, puasa, dan lain-lain.

 

 

2. Ci: Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.

Selain sebagai makhluk pribadi, kita juga sebagai makhluk sosial. Artinya, makhluk yang tidak bisa berdiri sendiri. Kita perlu teman, bergaul, bertetangga. Kita tidak bisa hidup tanpa orang lain, kita memerlukan bantuan orang lain.

 

3. Pa: Patriot yang sopan dan ksatria.

Sebagai Pramuka, kita harus berperilaku yang sopan. Tindak-tanduk dalam bersikap dan bertutur kata mesti diperhatikan. Kesopanan melambangkan pribadi seseorang di tengah-tengah pergaulan dalam masyarakat.

 

4. Pat: Patuh dan suka bermusyawarah.

Dalam situasi dan kegiatan apa pun, anggota Pramuka wajib taat dan patuh terhadap aturan yang berlaku, dan dalam kegiatan Pramuka selayaknya bermusyawarah dalam mengambil keputusan terbaik dan memuaskan.

 

5. Re: Rela menolong dan tabah. 

Pramuka senantiasa rela dalam menolong tanpa membedakan agama, warna kulit, suku, dan sebagainya, dan harus didasari oleh hati yang ikhlas, tulus, tanpa diembel-embeli oleh sikap ingin dipuji. Dalam setiap perjuangan itu seorang anggota Pramuka harus tabah menghadapi gangguan, tantangan, halangan, dan hambatan.

6. Ra: Rajin, terampil, dan gembira.

Anggota Pramuka itu harus rajin melakukan sesuatu yang positif. Kegiatan ketika ia berada dalam pembinaan Pramuka harus diimplementasikan dalam kegiatan sehari-hari. Jangan rajin karena waktu penggodokan dalam kegiatan, tetapi harus dibuktikan ketika ia di rumah, di sekolah. Dalam melaksanakan kegiatan itu pun harus dilaksanakan dengan senang dan gembira.

 

7. He: Hemat, cermat, dan bersahaja.

Ada ungkapan yang mengatakan “hemat pangkal kaya”. Betul sekali dengan berhemat, tidak menghambur-hamburkan uang untuk jajan, tidak berhura-hura untuk kepentingan sesaat merupakan awal menjadi orang kaya. Pramuka harus cermat dalam pengeluaran uang, memprioritaskan apa yang harus dibeli atau didahulukan, dan mana yang tidak perlu janganlah dibeli. Meskipun ia kaya, seorang Pramuka jangan sombong di depan orang lain, jangan angkuh, bersahaja dalam bergaul.

 

8. Di: Disipilin, berani, dan setia. 

Anggota Pramuka harus hidup dengan disiplin, baik dalam waktu belajar di sekolah, bermain, dan sebagainya. Kalau Pramuka seperti itu maka hidup tak akan percuma, tetapi akan berguna dalam mencapai cita-cita. Anggota Pramuka harus berani karena benar, tetapi takut karena salah. Jangan berani karena kesalahan, beranilah karena kebenaran. Pramuka harus setia terhadap janji setianya karena itulah nilai-nilai luhur pribadi manusia.

 

9. Ber: Bertanggung jawab dan dapat dipercaya.

Setiap anggota Pramuka harus bertanggung jawab terhadap apa yang telah ia perbuat, jangan lari, jangan lempar batu sembunyi tangan. Ia harus konsekuen karena ini adalah modal dari kepercayaan terhadap kita.

 

10. Suc: Suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan. 

Inilah pribadi manusia yang sejati, bersih pikiran, tidak ada iri dan dengki.

 

Jika semua anggota Pramuka memahami itu semua, insya Allah ia akan menjadi pribadi yang tangguh, bermanfaat bagi diri sendiri, bangsa, dan negara.

 

Bidang Tali Temali

Bidang Tali Temali

Dalam tali temali kita sering mencampuradukkan antara tali, simpul dan ikatan. Hal ini sebenarnya berbeda sama sekali. Tali adalah bendanya. Simpul adalah hubungan antara tali dengan tali. Ikatan adalah hubungan antara tali dengan benda lainnya, misal kayu, balok, bambu dan sebagainya.

 

Macam simpul dan kegunaannya

1.         Simpul ujung tali

            Gunanya agar tali pintalan pada ujung tali tidak mudah lepas

2.         Simpul mati

            Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang sama besar dan tidak licin

3.         Simpul anyam

Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang tidak sama besarnya dan dalam keadaan kering

4.         Simpul anyam berganda

Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang tidak sama besarnya dan dalam keadaan basah

5.         Simpul erat

            Gunanya untuk memendekkan tali tanpa pemotongan

6.         Simpul kembar

Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang sama besarnya dan dalam keadaan licin

7.         Simpul kursi

            Gunanya untuk mengangkat atau menurunkan benda atau orang pingsan

8.         Simpul penarik

            Gunanya untuk menarik benda yang cukup besar

9.         Simpul laso

             Untuk gambar macam-macam simpul dapat dilihat di bawah ini 

  

Macam Ikatan dan Kegunaannya

            1.         Ikatan pangkal

Gunanya untuk mengikatkan tali pada kayu atau tiang, akan tetapi ikatan pangkal ini dapat juga digunakan untuk memulai suatu ikatan.

            2.         Ikatan tiang

Gunanya untuk mengikat sesuatu sehingga yang diikat masih dapat bergerak leluasa misalnyauntuk mengikat leher binatang supaya tidak tercekik.

            3.         Ikatan jangkar

                        Gunanya untuk mengikat jangkar atau benda lainnya yang berbentuk ring.

            4.         Ikatan tambat

Gunanya untuk menambatkan tali pada sesuatu tiang/kayu dengan erat, akan tetapi mudah untuk melepaskannya kembali. Ikatan tambat ini juga dipergunakan untuk menyeret balik dan bahkan ada juga dipergunakan untuk memulai suatu ikatan.

            5.         Ikatan tarik

Gunanya untuk menambatkan tali pengikat binatang pada  suatu tiang, kemudian mudah untuk membukanya kembali. Dapat juga untuk turun ke jurang atau pohon.

            6.         Ikatan turki

                        Gunanya untuk mengikat sapu lidi setangan leher

            7.         Ikatan palang

            8.         Ikatan canggah

            9.         Ikatan silang

            10.       Ikatan khaki tig

BERKEMAH

BERKEMAH 

Seperti kita ketahui bahwa berkemah merupakan suatu kegiatan yang menarik, tidak saja bagi orang dewasa, tetapi juga bagi pemuda dan remaja. Pada waktu-waktu tertentu, khususnya pada saat liburan, mereka meninggalkan rumah, pergi ke alam bebas dan disana mendirikan tenda untuk berkemah. Pemilihan  tempat berkemah tergantung dari rencana yang sudah diprogramkan, apakah di daerah pantai yang indah, di lereng pegunungan yang sejuk atau di lembah yang mempesona, kadang-kadang juga dilakukan di tepi hutan dekat dengan sungai yang menakjubkan.

   

Semua acara diperkemahan dilakukan dengan riang gembira, walaupun tidak menutup kemungkinan pekerjaan itu penuh dengan rintangan yang tidak kecil.

Selain membawa perlengkapan berkemah, mereka juga memanfaatkan bahan-bahan dari alam sekitarnya dengan tidak merusak lingkungan tersebut.

 

Suasana yang baik itu oleh Gerakan Pramuka digunakan untuk maksud-maksud pendidikan, oleh karenanya berkemah dalam Gerakan Pramuka diatur/ditata sebagai berikut :

 

Maksud dan Tujuan Perkemahan :

 

1.  Maksud

a.      Mempraktekkan sistem beregu

b.      Mempraktekkan prinsip swadaya dan keprasahajaan hidup

c.      Mempraktekkan pembinaan jasmani dan rohani

d.      Mempraktekkan pembinaan hidup beragama

e.      Menjadikan alat untuk tolok ukur kemampuan pribadi

 

2.  Tujuan

a.      Meningkatkan keyakinan dan ketakwaan kepada Tuhan YME

b.      Membina mental dan kepercayaan pada diri sendiri

c.      Meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh

d.      Meningkatkan daya kreasi, ketangkasan dan ketrampilan

e.      Membina kerja sama, gotong royong dan kerukunan

f.       Melatih hidup prasahaja dan berswadaya

g.      Memperluas pengetahuan dan menambah pengalaman

h.      Menanamkan kecintaan pada tanah air dan menumbuhkan

         kesadaran untuk berbakti

 

Macam Perkemahan

1.   Menurut waktunya, perkemahan dibagi dalam :

a.   Perkemahan satu hari (siang hari saja), terkadang disebut

      Perkemahan Sehari ( PERSARI )

b.   Perkemahan Sabtu Minggu, disebut juga PERSAMI

c.   Perkemahan yang waktunya lebih dari 3 hari

 

2.   Menurut tempat berkemah, dibagi dalam :

a.     Perkemahan menetap (dari awal sampai akhir tetap ditempat itu)

b.     Perkemahan safari (berpindah-pindah tempat)

 

3.  Menurut tujuannya, dibagi dalam :

a.      Perkemahan untuk lomba

b.      Perkemahan untuk persahabatan dengan acara santai

c.      Perkemahan untuk berkarya (menyelesaikan proyek)

d.      Perkemahan untuk penyelidikan alam dan lingkungannya

e.      Perkemahan untuk rekreasi

 

4.   Menurut jumlah peserta dan tingkatnya, dibagi dalam :

a.   Perkemahan 2 (dua) orang (perkemahan pengembaraan penegak)

b.   Perkemahan satu regu Penggalang

c.   Perkemahan satuan perindukan siaga, pasukan penggalang, Ambalan

      Penegak atau Racana Pandega

d.   Perkemahan tingkat Kwartir Ranting / Cabang / Daerah / Nasional,

      Kawasan / Dunia

 

Pelaksanaan Perkemahan

Untuk suatu perkemahan yang baik, maka prosedur yang harus ditempuh adalah :

1.   Persiapan

a.   Penentuan waktu, tempat, tujuan dan biaya

b.   Pengadaan peralatan dan perbekalan, peninjauan ke daerah berkemah

c.   Ijin orang tua peserta dan ijin memberitahukan kepada penguasa setempat

d.   Pembentukan panitia/staf pelaksana

e.   Memantapkan kesiapan mental fisik, dan ketrampilan

 

2.   Pelaksana

a.     Pemimpin perkemahan sebagai penanggung jawab

b.     Pembantu-pembantu dari pembina pramuka

c.     Panitia/staf pelaksana sesuai keperluan

d.     Pembagian tugas pendayagunaan

 

3.   Acara

a.   Acara harian yang menjelaskan acara pokok secara garis besar

b.   Acara kegiatan keseluruhan yang berisi perincian waktu dan kegiatan selama berkemah

c.   Acara perorangan dan kelompok

 

4.   Pelaksanaan

a.   Kegiatan hendaknya diusahakan menurut rencana yang telah dipersiapkan sesuai dengan tujuan diselenggarakannya perkemahan

b.   Acara mungkin saja dapat berubah, sesuai dengan perkembangan keadaan

c.   Perubahan acara seyogyanya tidak kearah resiko yang lebih berat

d.   Pelaksanaan acara harus disesuaikan dengan kemampuan peserta

      perkemahan dan acara berikutnya

e.   Mengusahakan adanya acara pengganti dan tambahan untuk mengisi

      kesibukan pada waktu terluang

f.   Faktor pengamanan dan keselamatan peserta harus diperhatikan

 

5.  Penyelesaian

a.     Pembongkaran tenda-tenda

b.     Pembersihan tempat berkemah (pada prinsipnya tempat bekas berkemah harus lebih baik dan lebih bersih dari pada waktu datang)

c.     Pengecekan pengembalian barang pinjaman

d.     Upacara penutupan dan ucapan terima kasih kepada masyarakat setempat

e.     Jika mungkin dilakukan penyerahan sumbangan bagi keluarga masyarakat yang kurang mampu, baik berupa bahan makanan, pakaian layak pakai atau lainnya.  

 

Evaluasi 

Untuk mengetahui hasil perkemahan dan sebagai bahan pertimbangan untuk perkemahan di masa-masa mendatang kita dapat mengevaluasi dengan :

 

1.  Mencatat prestasi kegiatan perorangan maupun kelompok selama  

      berkemah

2.   Mengajukan pertanyaan kepada peserta perkemahan

3.   Melihat perubahan sikap peserta perkemahan sebelum dan sesudah

      pulang berkemah

4.   Melihat kesehatan peserta (banyak yang sakit atau tidak)

5.   Kekurangan dan kesalahan serta hambatan dicatat guna perbaikan

      pada perkemahan yang akan datang

6.   Menyusun laporan hasil berkemah merupakan suatu kewajiban untuk

      penanggung jawab perkemahan 

 

Lain-lain

  1. Untuk perkemahan besar dapat dibentuk panitia pelaksana dengan mengikutsertakan petugas-petugas yang mempunyai keahlian sesuai bidang tugas yang diperlukan dari luar Gerakan Pramuka
  2. Syarat memilih tempat berkemah :

a.   Tanahnya rata, atau sedikit miring dan berumput

b.   Ada pohon pelindung

c.   Ada saluran pengeringan/pembuangan air

d.   Dekat sumber air

e.   Pemandangan menarik

f.    Ada arena petualangan

g.   Terjamin keamanannya

h.   Tidak terlalu dekat dengan kampung dan jalan raya

i.    Tidak terlalu jauh dari pasar, pos kesehatan, pos keamanan dan  

      lain-lain

j.    Tidak ditepi jurang

k.   Tidak dekat dengan rawa-rawa

l.    Tidak dibawah pohon kelapa yang sedang berbuah atau tidak dibawah pohon yang mudah patah/tumbang

m.  Ada sinar matahari

 

Perkemahan sebagai alat pendidikan dalam kegiatan kepramukaan harus dapat memenuhi norma-norma dan peraturan serta persyaratan perkemahan yang baik. Untuk memenuhi kebutuhan akan nilai-nilai pendidikan, perlu dibuat program dan disusun acara kegiatan dalam perkemahan dengan cara pelaksanaan yang tepat, teratur dan tertib serta meningkat.

Acara diperkemahan antara lain, bertualang, menjelajah, mengamati, menyelidik, berlatih dan menyiapkan segala keperluan untuk hidup sehari-hari selama dalam perkemahan.

 

BERITA ACARA PELANTIKAN

BERITA ACARA PELANTIKAN

 

Adik – adik sekalian !!!

            Sebelum saya melantik dan mengukuhkan adik – adik sebagai anggota baru gerakan pramuka Gugus Depan Banjarmasin…….. - ……… saya perlu menegaskan Bahwa Gerakan Pramuka adalah suatu wadah pembinaan Pengorganisasian kegiatan Pramuka yang mengatur aktifitas kegiatan dan kehidupan sehari – hari.

            Untuk itu sebelum pelantikan  ini saya akan mengajukan beberapa pertanyaan yang saya minta adik – adik untuk memberikan jawaban dengan tegas, dengan suka dan rela yang dilandasi Satya dan Dharma Pramuka Indonesia.

 

Pertama                  :     Anggota Pramuka hakikatnya adalah pondasi awal dalai Gerakan 

Pramuka

Bersediakah adik – adik menjadi anggota Gerakan Pramuka Seutuhnya…….?

                                    …………………………………………..( Jawaban : Bersedia )

Kedua                    :     Tri satya dan Dasa Dharma adalah kode etik setiap anggota

Gerakan Pramuka

Bersediakah adik – adik menjalankannya dalam kehidupan sehari – hari .....?

                                    …………………………………………..( Jawaban : Bersedia )

Ketiga                    :     Sebagai perwujudan kesediaan adik – adik.

Bersediakah adik – adik secara sukarela dan dengan hati yang tulus ikhlas mengucapkan Janji Pramuka : ( TRI SATYA )

…………………………………………..( Jawaban : Bersedia )

 

Sebelum mengucapkan janji saya persilahkan adik – adik  berdo’a memohon kehadirat Tuhan Yang Maha Esa agar apa yang akan adik – adik ikrarkan mendapat ridho dan selalu mendapatkan bimbingn-Nya.

Berdo’a saya persilahkan........................................................selesai

Kemudian peganglah ujung Sang Merah Putih dan letakan pada detak Jantung adik – adik sebagai tanda bahwa selama jantung masih berdetak mudah – mudahan adik – adik akan selalu ingat akan tugas dan kewajiban selaku anggota gerakan Pramuka.

 

Selanjutnya ikutilah ucapan saya            :

 

TRI SATYA

 

Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh - sungguh :

-         Menjalankan Kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan  Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila

-         Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat

-         Menepati Dasa Dharma

 

Atas dasar Janji Satya yang adik – adik ucapkan dengan di sertai kesanggupan untuk melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai Anggota Gerakan Pramuka Gugus Depan Banjarmasin ............... - ....................., maka dengan Rahmad Tuhan Yang Maha Esa, saya melantik dan mengukuhkan adik – adik sebagai Anggota Pramuka Gugus Depan Banjarmasin .................... - ..................

Selesai

 

Kota Banjarmasin,                          2008

Yang Melantik :

Pembina Gugus Depan

Banjarmasin ............... - ...................

 

 

 

( .................................................... )